Simanindo: top

Hot

Post Top Ad

Tampilkan postingan dengan label top. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label top. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 Februari 2018

Pelabuhan Simanindo Samosir Kembali Beroperasi

00.17
Penyeberangan jalur danau dari Pelabuhan Simanindo, Kabupaten Samosir menuju Tigaras (Kabupaten Simalungun) dan sebaliknya, telah kembali berjalan normal.

Pelabuhan sempat setop operasional beberapa hari akibat jalan amblas di Desa Tigaras, Kecamatan Dolok Pardamean, Simalungun minggu lalu, yang mengakibatkan hubungan transportasi darat dari Kecamatan Dolok Pardamean menuju Kecamatan Haranggaol dan Pematang Sidamanik putus total.

Feri KMP Sumut I dan II yang dikelola PT PPSU (Pembangunan Prasarana Sumatera Utara), telah kembali beroperasi sejak, Selasa (5/12/2017) dua trip, mulai pukul 14.00 WIB. Dan hari ini, Rabu (6/12/2017), telah melayani jasa penyeberangan jalur danau seperti biasa, 7 trip per hari.

Trip I Simanindo-Tigaras, pukul 07.00 WIBuntuk penumpang umum, dan Tigaras-Simanindo pukul 08.00 WIBuntuk penumpang umum.
Ads
Trip II Simanindo-Tigaras, pukul 09.00 WIB untuk penumpang umum, dan Tigaras-Simanindo pukul 09.30 WIB untuk pertalite masuk/penumpang umum.

Trip III Simanindo-Tigaras, pukul 10.30 WIB untuk penumpang umum, dan Tigaras-Simanindo pukul 11.30 WIB untuk penumpang umum.

Trip IV Simanindo-Tigaras, pukul 12.30 WIB untuk penumpang umum, dan Tigaras-Simanindo pukul 13.30 WIB untuk Elnusa.

Trip V Simanindo-Tigaras, pukul 14.00 WIB untuk pertalite keluar/penumpang umum, dan Tigaras-Simanindo pukul 15.00 WIB untuk penumpang umum.

Trip VI Simanindo-Tigaras, pukul 16.00 WIB untuk Elnusa keluar, dan Tigaras-Simanindo pukul 17.00 WIB untuk penumpang umum.

Trip VII Simanindo-Tigaras, pukul 18.00 WIB untuk penumpang umum, dan Tigaras-Simanindo pukul 19.30 WIB untuk penumpang umum.

Demikian disampaikan Kepala Unit feri KMP Sumut I dan II, Marhan Simbolon.

"Semalam kita beroperasi cuma 2 trip dengan penumpang minim. Untuk hari ini, akan beroperasi seperti biasa 7 trip, namun kondisi penumpang, masih juga minim," kata Marhan.

Dirinya menilai, dengan kondisi perbaikan jalan amblas di Desa Tigaras saat ini yang sudah ditimbun, namun belum ada benteng penahan jalan, akan berdampak pada arus liburan bulan Desember ini.

"Kita khawatir dengan kondisi jalan saat ini, bisa kembali longsor. Ini akan berdampak pada arus penyeberangan jalur danau Simanindo-Tigaras dan sebaliknya, mengingat liburan Desember sudah dekat," ucap Marhan Simbolon.

Menurutnya, masih minimnya penumpang pengguna jasa penyeberangan jalur danau Simanindo-Tigaras, kemungkinan masih ada rasa trauma, akibat jalan amblas dan kondisi saat ini yang belum diperbaiki secara permanen. (sumber)
Read More

Kamis, 08 Februari 2018

Jalan-Jalan ke Huta Siallagan

18.37
Di balik keindahan Pulau Samosir di Sumut, ada objek wisata Batu Kursi Raja Siallagan. Ini bisa dibilang sebagai pengadilan masa lampau.

Pulau Samosir ada di Danau Toba. Pulau vulkanik terbesar di Danau Toba ini diketahui memiliki banyak sekali objek wisata yang sangat menarik dan unik, mulai dari sejarah, adat istiadat hingga budaya dan keindahan alamnya yang sangat menawan. Hingga pulau ini pun dijuluki Negeri Indah Kepingan Surga.

Salah satu objek wisata yang sangat menarik di Pulau Samosir ini adalah Batu Kursi Raja Siallagan. Objek wisata ini berada di Desa Ambarita, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir dan tidak begitu jauh dari Desa Tomok yang merupakan salah satu pelabuhan yang ada di Pulau Samosir.

Untuk masuk ke dalam objek wisata ini, saya hanya diminta Rp 2.000 saja perorangnya sebagai tiket masuk. Setelahnya saya pun masuk melalui sebuah gapura yang bertuliskan Huta Siallagan.

Huta Siallagan sendiri memiliki arti kampung Siallagan. Kampung yang dikelilingi tembok batu tersusun rapi setinggi 1,5 hingga 2 meter ini dulunya merupakan huta atau kampung orang bermarga Siallagan dan dibangun pada masa raja pertama Siallagan. Tembok batu tersebut berfungsi untuk menahan serangan dari binatang buas maupun serangan dari huta lain karena dahulunya di Pulau Samosir sering terjadi peperangan antar huta.

Memasuki huta ini saya pun melihat beberapa rumah berarsitektur khas Batak Toba. Konon rumah ini telah berusia ratusan tahun dan setiap rumahnya memiliki fungsi yang berbeda. Ada yang merupakan tempat tinggal raja dan keluarganya, serta ada yang merupakan tempat pemasungan. Meski telah berusia ratusan tahun, rumah-rumah ini masih terawat dengan baik bahkan masih dihuni.

Yang paling menarik dari huta ini tentu saja adalah Batu Kursi Siallagan. Batu kursi ini berupa kursi-kursi dari batu yang dipahat mengelilingi sebuah meja yang juga terbuat dari batu.

Batu kursi ini juga disebut sebagai batu persidangan. Dahulu kala tempat ini digunakan untuk mengadili para pelaku kejahatan atau pelanggar hukum adat. Di sini raja dan petinggi adat akan rapat menentukan hukuman bagi penjahat atau pelanggar hukum.

Jika kejahatannya kecil, maka akan diberikan sangsi berupa hukuman pasung. Namun jika kejahatannya tergolong kejahatan berat maka pelaku akan dijatuhi hukuman pancung alias potong kepala.

Untuk melaksanakan hukuman pancung, maka penjahat tersebut dibawa ke batu persidangan yang ada di bagian belakang. Di sana sang pelaku akan dibaringkan dan dipenggal dalam satu kali tebasan.

Yang menyeramkan adalah, konon jantung dan hati penjahat tersebut biasanya akan dimakan agar menambah kekuatan sang raja. Syukurnya praktek seperti itu sudah tidak dilakukan lagi saat ini. Dan Batu Kursi Siallagan ini pun menjadi salah satu objek wisata bersejarah di Pulau Samosir.

Pada bagian paling belakang huta ini juga terdapat beberapa kios suvenir yang menjual berbagai benda pernak-pernik yang cocok dijadikan sebagai oleh-oleh seperti baju, kain ulos, gantungan kunci, dan berbagai benda-benda lainnya. Pusat suvenir ini juga menjadi pintu keluar dari Huta Siallagan. (sumber)
Read More

Wisata Masjid Al Ikhlas di Tuk Tuk, Samosir

18.21
Masjid Al Iklash ini bukan masjid yang pertama dan terbesar di Pulau Samosir. Masjid ini justru masjid terkecil. Mengapa saya jadikan ini yang pertama, karena masjid ini berada didaerah wisata, di tuktuk, 5km dari tomok dan 4km dari Ambarita.
 
Jadi bagi turis muslim yang sedang menginap disekitarnya, bisa sholat Jumat disini. Namun, jangan mengharapkan ada Adzan untuk pemanggil sholat, jadi datanglah ke Masjid ini sebelum jam 12:30, agar bisa sholat Jum'at.

Lihat Masjid Lainnya di Sekitar Samosir dan Danau Toba
Read More

Selasa, 02 Desember 2008

Horas

18.24
Berita Simanindo
Read More

Post Top Ad